Social Media

Not Fade Away ; Andry Moch.: The Late Work

© Galeri Soemardja

Not Fade Away ; Andry Moch.: The Late Work

November 8, 2011      Events, Exhibitions, Past      Administrator      no responses

Tagged with:



11-28 November 2011
at Galeri Soemardja. FSRD ITB

Kurator: Aminudin Th. Siregar
Buku Diterbitkan oleh: ELSE-PRESS

NOT FADE AWAY

NOT FADE AWAY: Andry Moch. Retrospective Exhibition

JADWAL ACARA
1. Pembukaan Pameran : 11.11.11
Waktu : 19.00 WIB – selesai
dibuka oleh: Zakaria Soetedja (Dosen jurusan Seni Rupa UPI)
penampilan spesial dari A Stone A, C.U.T.S, dan Teman Sebangku
Peluncuran Website Andry Moch.

2. Screening Video karya Andry Moch. : 25.11.11
Waktu : 10.00 WIB – selesai

3. Diskusi & Peluncuran Buku Andrymoch oleh ELSE-PRESS 25.11.11
Waktu : 13.00 WIB – 17.00 WIB (2 sesi)
Moderator : Bambang Subarnas & Heru Hikayat

Diskusi Sesi 1:
Pembicara:
Aminudin TH Siregar (kurator Pameran)
Rifky Effendy (kurator dan pengamat seni)
Agung Hujatnikajennong (Kurator Selasar Sunaryo Artspace)
Rudi St. Darma (direktur Rumah Proses)

Diskusi Sesi 2:
Pembicara
Dida Ibrahim (seniman, rekan semasa kuliah)
Indra Ameng (Ruang Rupa)
Sujud Dartanto (kurator & penulis)
Bambang Sapto (Dosen Seni Rupa UPI)
Special collab Music Performance : Ucok Homicide & Anto Arief

Galeri buka:
Senin-Jumat 10.00 – 17.00
Sabtu & Minggu 10.00 – 15.00
————————–————————–————————–——————
DESKRIPSI PAMERAN
Pada kesempatan ini Galeri Soemardja akan memamerkan karya-karya terpilih dari Andry Moch. (Alm) yang dikurasi oleh Aminudin TH Siregar. Andry dikenal dengan karya-karyanya yang menyajikan citraan antara seni tinggi dan rendah,Kitschy, sering bersinggungan dengan wilayah pop art, karya-karyanya bermain dengan found object, found image, bebunyian, instalasi, video, drawing, cetak grafis, lukis, hingga musik, tidak pernah terpaku pada satu medium.
Terdapat pula peluncuran buku yang direalisasikan berkat kerja sama ELSE-PRESS, buku ini berisi karya-karya Andry Moch., dan tulisan-tulisan yang membahas karya-karya dan tulisan tentang Andry Moch dari beberapa rekannya selama perjalanan berkaryanya. Selain buku pada pembukaan pameran akan diselenggarakan peluncuran website Andry Moch.
————————–————————–————————–——————
KURASI PAMERAN
Not Fade Away
Andry Moch.: The Late Work (1977 – 2008)

Almarhum Andry Moch., salah seorang seniman muda yang penting dalam menandai seni rupa kontemporer di Bandung pada akhir 1990-an, banyak memberikan kontribusi pada perkembangan estetika serta karakter kesenimanan yang unik dan khas. Sampai akhir hayatnya, karya-karya Andry Moch. memperlihatkan kekayaan variatif yang tidak terjebak pada satu pilihan ideologi seni tertentu maupun pada satu kosa seni tertentu.

Alih-alih, ia justru tampak berminat memperluas kemungkinan-kemungkinan penciptaan seni, mengeksplorasi batas-batas medium (trans media): ia misalnya secara variatif fasih menggunakan media video, instalasi, seni obyek temuan, performance art, lukisan, sound art, site specific hingga karya-karya seni yang memanifestasikan kecenderungan pada relational aesthetic. Oleh karena itu, ideologi seninya berayun ibarat pendulum dari dua kutub yang berseberangan secara paradoksal: dari seni pop yang nihilis hingga seni-seni untuk perubahan sosial yang kritikal; dari seni-seni tinggi hingga seni-seni berselera rendah yang kitschy.

Not Fade Away – judul pameran yang dipinjam dari salah satu judul lagu Buddy Holly dan Norman Petty yang kemudian menjadi hits debut The Rolling Stones – grup musik yang juga sangat digemari oleh Andry Moch. ini sengaja digunakan untuk merepresentasikan proyek pameran “retrospektif” karya-karyanya. Dengan makna yang lebih diperluas dari versi aslinya, judul pameran ini tak hanya hendak mencerminkan loyalitas dan etos kerja artistik dari sisi Andry Moch. sepanjang hidupnya, tetapi juga bagaimana kawan-kawan segenerasinya memberi arti pada sosoknya sebagai seniman dan sahabat karib.

Proyek pameran ini menampilkan keragaman karya-karya Andry Moch. yang dia kerjakan dari pelbagai periode. Dengan begitu, kita bisa membaca jejak-jejak pemikiran seni maupun gagasan-gagasan artistiknya yang kontributif pada praktik seni rupa kontemporer di Bandung.

Selain itu, pameran ini dipandang sebagai proyek sejarah – ruang pembelajaran kepada publik dengan menampilkan artefak-artefak seni, membangun metode pembacaan sejarahnya di dalam ruang galeri dan upaya untuk memaknainya. Pameran ini tidak bermaksud melampaui Andry Moch. sendiri, tetapi lebih berkeinginan untuk menajamkan hasil-hasil kesenian yang telah ia capai semasa hidup; menempatkannya pada konstelasi perkembangan seni rupa di Bandung, baik itu pengaruh maupun kontribusinya.

Aminudin TH Siregar



Comments are closed.